Istanbul Bizantium membawa pengunjung kembali ke masa ketika kota ini
dikenal sebagai Konstantinopel dan berfungsi sebagai ibu kota
Kekaisaran Romawi Timur. Gereja, waduk bawah tanah, alun-alun umum, dan
tembok pertahanan masih menunjukkan bagaimana kota itu dibangun,
dipasok, dan dilindungi.
Sebagian besar situs Bizantium utama di Istanbul terletak di
Semenanjung Bersejarah. Hagia Sophia, Basilica Cistern, dan
Hippodrome dapat ditempuh dengan berjalan kaki di Sultanahmet. Masjid Kariye dan
Tembok Konstantinopel membutuhkan rute terpisah menuju Edirnekapı.
Mengapa Istanbul Bizantium Itu Penting?
Konstantinopel menjadi ibu kota Kekaisaran Romawi Timur pada abad ke-4. Posisi kota ini di antara Eropa dan Asia membantu kota itu menjadi pusat penting pemerintahan, perdagangan, agama, dan budaya.
Monumen yang masih bertahan mewakili berbagai aspek kehidupan kekaisaran dan sehari-hari. Hagia Sophia mencerminkan ambisi arsitektur. Tempat penampungan bawah tanah menunjukkan bagaimana air disimpan di bawah kota. Hippodrome adalah pusat hiburan publik, sementara tembok darat melindungi Konstantinopel selama berabad-abad.
Melihat tempat-tempat ini sebagai bagian dari satu rute menciptakan gambaran yang lebih jelas daripada menganggap setiap bangunan sebagai atraksi yang terpisah.
Situs Bizantium Terbaik di Istanbul
Hagia Sophia
Hagia Sophia adalah titik awal yang paling penting bagi rute Bizantium
Istanbul. Bangunan yang ada saat ini selesai dibangun pada tahun 537 pada
masa pemerintahan Kaisar Justinian I.
Kubah tengahnya yang sangat besar, bagian dalam dari marmer, dan mosaik yang masih bertahan membuat
tempat ini menjadi salah satu bangunan paling berpengaruh di dunia abad pertengahan. Bangunan
ini kemudian berfungsi sebagai masjid Utsmaniyah, sebuah museum, dan sekali lagi
sebagai masjid yang aktif beribadah.
Pengunjung sebaiknya melihat lebih jauh dari kubah tengah. Panel marmer,
kolom-kolom dekoratif, dan detail Bizantium yang masih bertahan menunjukkan
bagaimana
bagian dalamnya berubah pada
periode-periode yang berbeda.
Hagia Sophia adalah tempat ibadah yang masih aktif.
Ketentuan akses dapat
berubah selama waktu salat
dan kegiatan keagamaan. Pengunjung sebaiknya mengenakan
pakaian yang sopan dan memeriksa pengaturan pintu masuk yang berlaku
sebelum
datang.
Tip Explorer Pass:
Tiket Hagia Sophia dan opsi kunjungan berpemandu mungkin tersedia dengan
paket Istanbul Explorer Pass tertentu. Periksa informasi
kelengkapan pas saat ini sebelum merencanakan hari Anda.
Basilika Sistern
Basilika Sistern terletak di bawah jalan-jalan dekat Hagia Sophia. Tempat penampungan
bawah tanah ini dibangun pada masa pemerintahan Justinian I untuk
menyimpan air bagi pusat kekaisaran Konstantinopel.
Deretan kolom marmer menjulang dari air dangkal, menciptakan salah satu interior Istanbul yang paling berkesan. Dua alas kolom berbentuk kepala Medusa adalah fitur yang paling terkenal, tetapi skala reservoirnya juga sama mengagumkannya.
Tangki penampung ini membantu pengunjung memahami bahwa Konstantinopel Bizantium bergantung pada sistem-sistem canggih di bawah kota, serta bangunan-bangunan megah di atas tanah.
Kiat Explorer Pass:
Kunjungan masuk ke Basilica Cistern mungkin termasuk dalam pilihan Istanbul Explorer Pass tertentu.
Hippodrome of Constantinople
Hippodrome adalah pusat kehidupan publik di Konstantinopel Bizantium. Balapan kereta kuda, perayaan kekaisaran, upacara, dan pertemuan politik berlangsung di arena besar.
Sebagian besar struktur aslinya tidak lagi terlihat di atas permukaan tanah.
Namun, bentuk area balap masih dapat dipahami dengan berjalan melalui Alun-Alun Sultanahmet.
Monumen-monumen penting yang masih bertahan antara lain:
- The Obelisk of Theodosius
- The Serpent Column
- The Walled Obelisk
- Sisa-sisa yang masih terhubung dengan tata letak lintasan balap asli
Hippodrome adalah ruang publik terbuka dan tidak memerlukan tiket masuk standar.
Tips Explorer Pass:
Museum Hippodrome dapat dikunjungi sebagai bagian dari tur berpemandu Sultanahmet atau pengalaman Masjid Biru.
Lihat tur berpemandu Hippodrome
.
Masjid Kariye — Bekas Gereja Chora
Masjid Kariye, yang secara historis dikenal sebagai Gereja Juru Selamat yang Mahakudus di
Chora, berisi beberapa contoh paling penting dari seni Bizantium akhir di
Istanbul.
Mosaik dan lukisan freskonya menampilkan adegan-adegan religius yang rinci dengan sosok-sosok yang ekspresif dan warna-warna yang kaya. Bangunannya lebih kecil daripada Hagia Sophia, sehingga pengunjung dapat mengamati banyak detail artistik pada jarak yang lebih dekat.
Kariye terletak di Edirnekapı, jauh dari rute utama Sultanahmet.
Paling baik digabungkan dengan Tembok Konstantinopel daripada dimasukkan
ke dalam rencana perjalanan Kota Tua yang sudah padat.
Situs ini kini berfungsi sebagai masjid aktif. Pengunjung harus menghormati
tata ibadah dan kondisi akses yang berlaku.
Kiat Explorer Pass:
Opsi akses Kariye atau panduan audio mungkin tersedia dengan paket pass
tertentu. Periksa daftar atraksi
Explorer Pass yang terbaru.
Tembok Konstantinopel
Tembok tanah bersejarah ini melindungi Konstantinopel dari serangan yang datang dari barat. Sistem pertahanannya mencakup tembok bagian dalam dan luar, menara, gerbang, serta parit.
Beberapa bagian telah hilang atau dipulihkan secara besar-besaran. Bagian lainnya masih menunjukkan skala yang sangat besar dari benteng aslinya.
Pengunjung tidak perlu mengikuti seluruh rute tembok. Jalan kaki yang lebih singkat di dekat Edirnekapı dan Masjid Kariye menawarkan pengenalan yang praktis tanpa menghabiskan sebagian besar hari.
Tanah bisa tidak rata, dan tidak setiap bagian cocok untuk
pendakian. Dinding paling baik dilihat dari jalur publik yang aman dan
jalan-jalan di sekitarnya.
Hagia Irene
Hagia Irene terletak di halaman luar Istana Topkapı. Ini adalah
salah satu gereja Bizantium tertua di Istanbul yang masih bertahan dan tidak
diubah menjadi masjid setelah penaklukan Ottoman.
Bagian dalamnya lebih sederhana dibandingkan Hagia Sophia atau Kariye. Nilai
pentingnya secara historis berasal dari arsitektur awalnya dan ketahanan
fitur dekoratif yang tidak biasa.
Hagia Irene paling mudah dimasukkan pada hari yang sama dengan Istana Topkapı dan
Museum Arkeologi Istanbul.
Kiat Explorer Pass:
Pengalaman Hagia Irene dapat disertakan dengan paket terpilih Istanbul Explorer
Pass.
Sistern Theodosius
Sistern Theodosius, yang juga disebut Şerefiye Cistern, menawarkan
pandangan lain terhadap sistem air bawah tanah Konstantinopel.
Lebih kecil dan lebih ringkas dibandingkan Basilica Cistern. Baris-baris kolom yang teratur membuat struktur ini lebih mudah dipahami, terutama bagi pengunjung yang tertarik pada rekayasa Bizantium.
Melihat kedua penampungan air ini tidaklah penting saat kunjungan singkat. Para wisatawan dengan waktu terbatas sebaiknya memprioritaskan Basilica Cistern.
Tips Explorer Pass:
Akses dengan harga diskon mungkin tersedia dengan pilihan pass tertentu.
Situs-Situs Byzantine Lain yang Layak Dikunjungi
Sarnabat Binbirdirek
Sarnabat Binbirdirek adalah penampungan bawah tanah besar lainnya di
Semenanjung Bersejarah. Kolom-kolom tingginya dan interior yang luas menciptakan
suasana yang berbeda dibandingkan dengan Sarnabat Basilika.
Kondisi akses dapat berubah karena ruang ini kadang dapat digunakan
untuk acara pribadi. Periksa status terbarunya sebelum memasukkannya ke dalam
rencana perjalanan yang tetap.
Masjid Kecil Hagia Sophia
Masjid Kecil Hagia Sophia awalnya dibangunkan sebagai Gereja Santo
Sergius dan Bacchus pada masa pemerintahan Justinian I.
Bangunannya lebih kecil dan lebih tenang daripada Hagia Sophia. Kini bangunan ini berfungsi
sebagai masjid dan umumnya dapat dimasuki di luar jam salat.
Itu terletak di bawah area utama Sultanahmet, lebih dekat ke pesisir Marmara,
dan dapat dicapai dengan berjalan kaki setelah melihat Hippodrome.
Museum Arkeologi Istanbul
Museum Arkeologi Istanbul mencakup beberapa peradaban, bukan hanya sejarah Bizantium.
Namun, koleksi mereka membantu menjelaskan
perkembangan yang lebih luas dari Konstantinopel dan budaya yang memengaruhi
kota tersebut.
Kompleks museum ini berada dekat dengan Istana Topkapı dan Taman Gülhane.
Pengunjung yang tertarik pada arkeologi sebaiknya menyediakan waktu minimal 90 menit.
Apakah Istanbul Bizantium Layak Dikunjungi?
Istanbul Bizantium sangat penting bagi para pelancong yang ingin memahami
bagaimana kota ini berkembang sebelum periode Ottoman.
Hagia Sophia melambangkan ambisi arsitektur kekaisarannya. Basilica
Cistern memperlihatkan kehebatannya dalam bidang teknik. Hippodrome mencerminkan kehidupan publik,
sementara Kariye melestarikan beberapa karya seninya yang paling indah. Tembok tanah menunjukkan bagaimana
Konstantinopel bertahan dari serangan berulang selama berabad-abad.
Pengunjung pertama kali dapat melihat sorotan utama dalam setengah hari. Satu hari penuh memberikan pengenalan yang seimbang, sementara dua hari lebih baik bagi wisatawan yang tertarik pada seni, arsitektur, atau sejarah Abad Pertengahan.
Pendekatan yang disarankan:
Mulailah dari Sultanahmet dan kelompokkan landmark lainnya berdasarkan kawasan.
Ini menciptakan rute yang praktis dan mengubah monumen menjadi sebuah cerita
yang saling terhubung tentang bagaimana Konstantinopel dibangun, dipasok,
dipertahankan, dan kemudian diubah.