Tur Terpandu

Tur Terpandu Blue Mosque & Hippodrome

Rasakan jantung Semenanjung Bersejarah Istanbul! Blue Mosque dan Hippodrome menawarkan gambaran tentang masa lalu Utsmaniyah dan Bizantium—dua tempat yang wajib dikunjungi bagi para pecinta sejarah.

€10 Harga tanpa Pass
Gratis dengan Pass
Mulai dari €75
Beli Istanbul Explorer Pass Sekarang

Masjid Biru Istanbul

Terletak di jantung kota tua bersejarah, Masjid Biru adalah salah satu situs keagamaan paling ikonik di Istanbul maupun Turki. Secara resmi bernama Masjid Sultanahmet, masjid ini mendapat julukan Masjid Biru karena keindahan interiornya yang dihiasi ubin Iznik berwarna cerah. Ubin biru yang khas ini berasal dari Iznik, sebuah kota yang terkenal dengan keahlian kerajinan keramiknya.

Tradisi penamaan untuk masjid Utsmaniyah umumnya mengikuti nama pelindung yang memprakarsai sekaligus mendanai pembangunan. Karena itu, banyak masjid memakai nama para patronnya. Selain itu, umum pula jika nama sebuah lingkungan diambil dari masjid paling penting di wilayah tersebut. Inilah yang menjelaskan mengapa istilah Sultanahmet merujuk tidak hanya pada masjidnya, tetapi juga pada Sultan yang berkuasa serta kawasan Sultanahmet yang lebih luas.

Jam Berkunjung Masjid Biru?

Sebagai tempat ibadah yang masih berfungsi, Masjid Biru tetap buka mulai salat subuh pertama hingga salat isya terakhir. Karena waktu salat ditentukan oleh posisi matahari, waktunya berubah-ubah sepanjang tahun.

Wisatawan dapat berkunjung antara 08:30 AM dan 4:30 PM, kecuali pada waktu salat. Pengunjung diharuskan berpakaian sopan, dengan perempuan menutup rambutnya, dan seluruh tamu melepas sepatu sebelum masuk. Kerudung dan rok gratis disediakan di pintu masuk, bersama dengan kantong plastik untuk membawa sepatu.

Masjid ini memiliki tiket masuk gratis, dan tidak perlu reservasi. Pengunjung bisa menjelajahi masjid dengan bebas saat tidak ada salat yang sedang berlangsung. Mereka yang menggunakan Istanbul Explorer Pass  dapat menikmati tur berpemandu yang informatif tanpa biaya tambahan.

Cara Menuju Masjid Biru

  • Dari Hotel di Old City: Naik trem T1 menuju Stasiun Sultanahmet. Dari sana, masjid dapat dicapai dengan berjalan kaki singkat.
  • Dari Hotel di Sultanahmet: Masjid berjarak sekitar jalan kaki dari sebagian besar akomodasi di area tersebut.
  • Dari Hotel di Taksim: Gunakan funicular dari Alun-alun Taksim ke Kabatas, lalu naik trem T1 menuju Sultanahmet.

Latar Belakang Sejarah Masjid Biru

Lokasi Masjid Biru

Masjid Biru terletak secara strategis berseberangan dengan Hagia Sophia, menciptakan kontras arsitektur yang mengagumkan. Keputusan membangun masjid ini tepat di seberang Hagia Sophia telah memunculkan berbagai interpretasi. Sebagian meyakini bahwa masjid ini dimaksudkan untuk menyaingi kemegahan katedral Bizantium yang dahulu, sementara yang lain berpendapat bahwa hal itu bertujuan untuk melambangkan dominasi Kekaisaran Utsmaniyah.

Pembangunan Masjid

Diperintahkan oleh Sultan Ahmed I, masjid ini dibangun antara 1609 dan 1617. Penyelesaiannya yang hanya dalam tujuh tahun menjadi bukti efisiensi dan kekayaan Kekaisaran Utsmaniyah pada masa kejayaannya. Bagian interior menampilkan lebih dari 20.000 ubin Iznik buatan tangan, jendela kaca patri yang rumit, dan kaligrafi yang menawan, yang menunjukkan keahlian luar biasa para perajin.

Legenda Enam Menara

Masjid Biru unik di antara masjid-masjid Utsmaniyah karena memiliki enam menara. Menurut legenda, Sultan Ahmed I meminta masjid emas (“altin” dalam bahasa Turki), tetapi sang arsitek salah dengar dan malah membangun enam (“alti”) menara. Terlepas dari bagaimana hal itu terjadi, enam menara tersebut tetap menjadi ciri khas masjid ini.

Pengaruh Arsitektur Masjid Biru

Dirancang oleh Sedefkar Mehmet Aga, murid dari arsitek terkenal Architect Sinan, masjid ini mencerminkan perpaduan arsitektur Bizantium dan Utsmaniyah. Kubah pusatnya yang besar, diapit oleh kubah-kubah setengah dan ditopang oleh empat kolom megah, menunjukkan desain klasik khas Utsmaniyah. Interior masjid yang luas, dihiasi dengan ornamen ubin yang rumit dan kaligrafi Arab, menciptakan suasana yang menakjubkan.

Apa yang Membuat Masjid Biru Menjadi Landmark Istanbul?

Masjid Biru adalah salah satu landmark Istanbul yang paling sering dikunjungi berkat keindahan arsitekturnya, nilai sejarahnya, dan lokasinya yang strategis. Desainnya yang megah, dihiasi ribuan ubin Iznik, menampilkan kemampuan artistik dan kejeniusan teknik Kekaisaran Utsmaniyah. Masjid ini terus berfungsi sebagai tempat ibadah, sehingga pengunjung dapat menyaksikan bagian penting dari kehidupan budaya dan keagamaan Istanbul.

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Membangun Masjid Biru?

Masjid Biru memerlukan waktu kira-kira tujuh tahun untuk diselesaikan, dari tahun 1609 hingga 1617. Meski waktu pembangunannya relatif singkat, detail-detail yang rumit pada masjid, termasuk ubin buatan tangan, kaligrafi, dan desain besar, menegaskan kemampuan kekaisaran untuk mengerahkan sumber daya dan talenta bagi proyek-proyek monumental.

Mengapa Masjid Biru Dibangun?

Pembangunan Masjid Biru didorong oleh ambisi keagamaan dan politik. Sultan Ahmed I berupaya membangun masjid megah yang mampu menyaingi Hagia Sophia, sebagai simbol kekuatan kekaisaran dan pengabdian kepada Islam. Selain itu, masjid ini dimaksudkan untuk meninggalkan warisan yang bertahan lama bagi sang Sultan serta menjadi pusat spiritual bagi kota.

Pertanyaan yang sering diajukan
tentang Tur Terpandu Blue Mosque & Hippodrome

Apa aturan untuk Masjid Biru?

Pengunjung harus melepas sepatu sebelum masuk dan berpakaian sopan. Keheningan dan sikap hormat sangat penting di dalam masjid. Non-Muslim tidak diperbolehkan pada jam-jam salat, dan fotografi kilat atau perilaku yang keras tidak dianjurkan.

Bisakah Anda mengambil foto di Masjid Biru?

Fotografi diperbolehkan di dalam Masjid Biru, tetapi harus dilakukan dengan penuh hormat. Hindari penggunaan flash, terutama selama waktu berdoa, dan jangan pernah memotret jamaah tanpa izin.

Apakah ada gunanya masuk ke Masjid Biru?

Tentu saja. Masuk ke Masjid Biru adalah kegiatan yang wajib dilakukan di Istanbul. Interiornya yang megah, dipenuhi lebih dari 20.000 ubin Iznik buatan tangan yang dilukis, menawarkan suasana yang tenang dan mengagumkan yang mencerminkan warisan Kesultanan Utsmaniyah kota tersebut.

Apakah Masjid Biru dibuka untuk umum?

Ya, Masjid Biru dibuka untuk umum di luar jam salat. Pengunjung dipersilakan setiap hari, tetapi akses mungkin terbatas selama lima waktu salat harian. Sebaiknya selalu memeriksa waktu salat yang sedang berlaku sebelum berkunjung.

Apa yang harus dipakai saat berkunjung ke Blue Mosque?

Pakaian yang sopan diperlukan. Wanita sebaiknya memakai rok panjang atau celana panjang dan menutup lengan serta rambut. Pria sebaiknya menghindari celana pendek dan atasan tanpa lengan. Jika Anda tidak berpakaian dengan sesuai, pakaian akan disediakan di pintu masuk.

Kapan waktu terbaik untuk berkunjung ke Masjid Biru?

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari atau sore hari, dengan menghindari waktu salat dan jam ramai turis. Pada hari kerja biasanya lebih sepi dibandingkan akhir pekan atau hari libur.

Apakah saya perlu menutup rambut untuk masuk masjid?

Ya, pengunjung perempuan diwajibkan untuk menutup rambut mereka saat memasuki Blue Mosque. Kerudung gratis biasanya tersedia di pintu masuk, atau Anda bisa membawa sendiri agar siap lebih awal.

Bisakah Anda langsung masuk ke Masjid Biru?

Ya, pengunjung bisa berjalan masuk ke Masjid Biru tanpa reservasi. Namun, Anda perlu mematuhi aturan berpakaian dan masuk melalui pintu masuk wisatawan yang telah ditentukan. Tiket masuk gratis, tetapi donasi sangat dihargai untuk mendukung pemeliharaan masjid.

Apakah Masjid Biru gratis masuk?

Ya, tidak ada biaya masuk untuk mengunjungi Masjid Biru. Namun, donasi sangat dihargai untuk membantu menjaga pelestarian dan perawatan masjid tersebut.

Lihat Semua Pertanyaan yang Sering Diajukan
Dapatkan Buku Panduan Gratis
Saya ingin menerima email untuk membantu saya merencanakan perjalanan saya ke Istanbul, termasuk pembaruan atraksi, rencana perjalanan & diskon eksklusif bagi pemegang pass untuk pertunjukan teater, tur, dan pass kota lainnya sesuai kebijakan data kami. Kami tidak menjual data Anda.