Kode Pakaian Masjid Istanbul
Mengetahui apa yang harus dikenakan saat berkunjung ke masjid di Istanbul membuat kunjungan Anda lebih mudah dan membantu Anda menghindari keterlambatan di pintu masuk. Masjid-masjid terkenal seperti Masjid Biru, Hagia Sophia, dan Masjid Süleymaniye adalah objek wisata bersejarah, namun juga merupakan tempat ibadah yang masih aktif.
Anda tidak perlu membeli pakaian keagamaan khusus. Pakaian perjalanan yang nyaman cocok asalkan cukup menutup.
✓
Aturan dasar
Tutupi bahu dan lutut. Perempuan juga sebaiknya membawa syal ringan untuk menutupi rambut mereka di dalam area berdoa.
Kode Pakaian Masjid Istanbul At a Glance
Kebanyakan masjid yang paling aktif di Istanbul mengikuti aturan dasar pakaian yang sama.
Pengunjung sebaiknya memakai pakaian yang sopan dan menutup bahu, dada, dan
lutut.
Pemeriksaan pakaian yang tepat mungkin sedikit berbeda antar masjid. Oleh karena itu, celana panjang dan atasan berlengan adalah pilihan paling aman, terutama
jika Anda berencana untuk mengunjungi beberapa masjid dalam hari yang sama.
| Pengunjung |
Pakaian yang direkomendasikan |
| Wanita |
Celana panjang atau rok panjang, atasan yang menutup bahu dan
jilbab untuk rambut
|
| Pria |
Celana panjang atau celana pendek yang menutupi lutut, ditambah
kemeja berlengan
|
| Semua orang |
Pakaian yang menutupi bahu, dada, dan lutut
|
| Sepatu |
Dilepas sebelum memasuki aula salat berkarpet
|
| Musim Panas |
Pakaian yang ringan, menyerap napas, dan longgar
|
| Musim Dingin |
Pakaian musim dingin biasa, dengan syal tersedia untuk wanita
|
Opsi paling aman: Kenakan celana panjang dan kemeja lengan biasa.
Wanita sebaiknya menyimpan syal tipis di dalam tasnya.
Apa yang Harus Dipakai Wanita ke Masjid di Istanbul?
Perempuan sebaiknya mengenakan pakaian yang menutupi bahu, dada, dan kaki.
Celana panjang, celana longgar, rok maxi, dan gaun panjang adalah
pilihan yang sesuai.
Pakaian tidak boleh transparan atau terlalu ketat. Pakaian biasa untuk
berjalan-jalan boleh selama memberikan penutupan yang cukup.
Pakaian Sederhana untuk Perempuan di Masjid
- Celana longgar atau rok panjang
- Kaos, blus, atau kemeja yang menutupi bahu
- Selendang tipis untuk menutupi rambut
- Sepatu yang nyaman dan mudah dilepas
- Kaos kaki bersih untuk berjalan di dalam ruang salat
Apakah Perempuan Boleh Memakai Celana di Masjid Istanbul?
Ya. Perempuan dapat memakai celana saat memasuki masjid di Istanbul. Jeans
biasa, celana berpotongan lebar, celana linen, dan celana perjalanan longgar
merupakan pilihan yang praktis.
Legging mungkin tidak memberikan cakupan yang cukup saat dikenakan dengan atasan pendek.
Padukan dengan kemeja panjang, tunik, atau gaun.
Bisakah Wanita Memakai Gaun atau Rok?
Gaun dan rok cocok bila menutupi lutut. Gaun maxi
atau rok sepanjang mata kaki adalah pilihan paling aman.
Gaun dengan tali tipis, bahu terbuka, atau leher rendah sebaiknya
dipadukan dengan kardigan, kemeja, atau syal.
Bisakah Wanita Memakai Lengan Pendek?
Atasan lengan pendek yang biasa umumnya cocok bila menutupi
bahu, dada, dan bagian tubuh bagian atas sepenuhnya.
Kaos tanpa lengan, crop top, kemeja tanpa lengan, dan atasan berpotongan rendah sebaiknya
dihindari. Lengan panjang tidak selalu diperlukan.
Apa yang Harus Dipakai Pria ke Masjid di Istanbul?
Pria harus memakai celana panjang atau celana pendek yang menutupi lutut. Kemeja harus
menutupi bahu dan dada.
Kaos-T, kemeja polo, dan kemeja berlengan biasa cocok. Atasan tanpa lengan,
rompi olahraga, dan celana pendek yang sangat pendek tidak pantas dipakai di dalam
masjid yang sedang aktif.
Pakaian Masjid Sederhana untuk Pria
- Celana panjang, chinos, atau jeans
- Celana linen yang ringan saat musim panas
- Kaos-T, kemeja polo, atau kemeja berlengan
- Sepatu yang nyaman dan mudah dilepas
- Kaos kaki yang bersih untuk masuk ke area salat
Bisakah Pria Memakai Celana Pendek di Masjid Istanbul?
Celana pendek yang jelas menutupi lutut mungkin diterima di beberapa masjid.
Celana pendek di atas lutut dapat menyebabkan pengunjung diminta untuk memakai
kain penutup tubuh atau mengganti pakaian sebelum masuk.
Celana panjang yang ringan tetap menjadi pilihan paling aman. Celana ini mencegah masalah
saat aturan berpakaian di masjid yang berbeda diterapkan secara berbeda.
Apakah Perempuan Harus Memakai Jilbab?
Perempuan diharapkan menutup rambut mereka di area salat masjid yang aktif di Istanbul. Aturan ini berlaku bagi pengunjung apa pun agamanya.
Kain jilbab biasa atau selendang yang ringan sudah cukup. Tidak perlu
penutup kepala khusus yang bersifat keagamaan.
Jilbab tersebut hanya perlu dipakai selama kunjungan ke masjid. Perempuan tidak
perlu menutup rambut saat berjalan di sekitar Istanbul atau saat berdiri di
halaman masjid.
Masjid-masjid wisata utama mungkin menyediakan jilbab atau penutup tubuh di
pintu masuk. Prosedur dapat berubah, dan masjid yang lebih kecil mungkin tidak memiliki
pakaian pengunjung yang tersedia. Membawa jilbab sendiri lebih praktis.
Bagaimana Syaltarf Harus Dipakai?
Letakkan syaltarf di atas kepala agar menutupi sebagian besar rambut Anda. Anda dapat membungkusnya dengan longgar di bawah dagu atau meletakkannya di sekitar bahu untuk menjaga posisinya.
Tidak perlu menggunakan gaya yang rumit. Tujuannya hanya untuk mematuhi ketentuan pakaian yang sopan di dalam area salat.
Apakah Anda Harus Melepas Sepatu?
Para pengunjung melepas sepatu mereka sebelum melangkah ke lantai salat yang berkarpet. Ini membantu menjaga area tetap bersih karena jamaah menyentuh karpet saat salat.
Masjid biasanya memiliki rak sepatu atau menyediakan tas yang memungkinkan pengunjung membawa sepatu mereka. Ikuti petunjuk dan instruksi petugas di
pintu masuk.
Pakai kaus kaki yang bersih dan pilih sepatu yang mudah dilepas. Sepatu bot atau sepatu
dengan beberapa tali dapat memperlambat saat masuk ketika masjid sedang ramai.
Bisakah Memakai Sandal di Masjid?
Ya. Sandal boleh dipakai saat bepergian menuju masjid, tetapi harus
dilepas sebelum memasuki ruang salat yang berkarpet.
Bawa sepasang kaus kaki yang bersih jika Anda tidak ingin berjalan tanpa alas kaki. Ini adalah
yang sangat berguna selama musim panas.
Apa yang Harus Dipakai di Masjid-Masjid Utama Istanbul
Bahu dan lutut harus tertutup, dan perempuan harus menutup
rambut mereka sebelum memasuki area salat. Laki-laki harus menghindari
celana pendek yang panjangnya di atas
Sepatu harus dilepas sebelum memasuki area interior berkarpet. Akses wisata dapat berhenti selama periode salat, terutama selama salat Jumat pada tengah hari.
Baca
panduan Blue Mosque Istanbul
sebelum merencanakan kunjungan Anda.
Hagia Sophia juga merupakan masjid yang masih aktif. Pengunjung sebaiknya mengenakan pakaian yang sopan, menutupi bahu dan lutut.
Perempuan sebaiknya membawa penutup kepala untuk rambutnya. Laki-laki sebaiknya menghindari kemeja tanpa lengan dan celana pendek di atas lutut.
Lihat informasi terkini tentang
panduan pengunjung Hagia Sophia
.
Wanita harus memakai rok panjang atau celana panjang dan membawa
sehelai jilbab. Pria
harus menutup bahu dan lutut.
Sepatu dilepas sebelum masuk ke ruang salat utama. Berkunjung
di luar waktu salat menciptakan pengalaman yang lebih nyaman.
Pelajari lebih lanjut melalui
Tur Audio berpemandu Masjid Süleymaniye
.
Aturan berpakaian yang sopan yang sama berlaku di masjid-masjid yang
lebih kecil yang masih aktif,
termasuk Masjid Rüstem Pasha dan masjid lingkungan di seluruh
Istanbul.
Masjid yang lebih kecil mungkin tidak menyediakan pakaian untuk pengunjung. Mengenakan
celana yang sesuai dan membawa syal sendiri sangatlah penting.
Tur
Rüstem Pasha Mosque Audio Tour
menyediakan informasi lebih lanjut tentang masjid bersejarah ini di dekat
Spice
Bazaar.
Tata Krama Masjid di Luar Kode Pakaian
Pakaian yang sesuai hanyalah salah satu bagian dari kunjungan masjid yang penuh rasa hormat.
Masjid-masjid terkenal di Istanbul terus digunakan untuk ibadah harian.
Jaga volume suara Anda tetap rendah
Bicaralah dengan pelan dan atur ponsel Anda ke mode senyap.
Hormati orang-orang yang sedang berdoa
Jangan berjalan langsung di depan seseorang saat mereka berdoa.
Gunakan fotografi dengan hati-hati
Hindari penggunaan flash dan jangan memotret jemaat yang sedang beribadah tanpa izin.
Jauhkan makanan di luar
Makanan dan minuman tidak boleh dibawa ke aula doa.
Waktu salat berubah sepanjang tahun. Akses turis dapat berhenti
sebelum, selama, dan segera setelah salat berjamaah.